728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

07 Oktober 2010

Auto Content Blog bagi sebagian blogger menganggap hal ini hal yang sangat simple agar blog yang dimilikinya tetap update tanpa harus berfikir mengenai ide posting hari ini dan selanjutnya. bahkan banyak tutotial yang menyajikan cara membuat blog auto content/content blog. pernahkah sobat semua mengalami ketika mencari informasi di google, dengan keyword tertentu ada website yang selalu nangkring di posisi pertama/halaman pertama google namun ketika kita membuka halaman tersebut ternyata isi nya tidak sesuai dengan relevansi keyword yang ditampilkan dalam hasil pencarian google. yang lebih parah lagi ketika kita masuk kehalaman tersebut, kita hanya dibawa pada halaman yang bisa disebut "Halaman Kosong" karena tidak ada informasi yang disajikan disana, dan jika tersedia link pun kita hanya dibawa bulak balik di halaman itu saja, sungguh memingungkan. apakah hal ini berhubungan dengan auto content blog?apakah sobat semua sudah mengetahui apa itu auto content blog?jika memang belum, saya sedikit share mengenai auto content blog yang saya ketahui.

Auto Content atau lengkapnya Auto-Generated Content adalah suatu teknik membuat konten secara otomatis dari berbagai sumber, sebagian dari artikel tersebut dapat dikatakan bermanfaat, namun sayangnya kebanyakan para pembuat situs itu hanya mengambil hasil pencarian di Google kemudian menampilkannya di situs mereka. Karena beberapa faktor kelemahan Google dalam menyaring situs spam seperti ini, semakin lama akan semakin bertambah situs Auto Content yang akan menghiasi halaman pencarian Google. Beberapa dari mereka yang menggunakan teknik ini mengatakan kalau hasilnya cukup menakjubkan, bisa menaikkan traffic sampai beberapa kali lipat dalam hitungan jam sampai hari.

Tergoda dengan cara instant ini, maka banyak orang yang akhirnya ikut-ikutan memasang Auto Content tanpa tahu efek buruknya. Bahkan beberapa memasang Auto Content di domain pribadi mereka. Bayangkan saja jika sampai dibanned Google, situs mereka akan hilang atau tampil buruk di mesin pencari.

“Menurut saya, hakikat SEO (Search Engine Optimization) adalah: mengoptimalkan apa yang telah ada dan yang belum ada menjadi ada, bukan yang tidak ada dibuat seolah-olah menjadi ada dan tidak membuat para pencari informasi hanya disajikan judul tanpa artikel yang merupakan penjelasan/pemaparan dari judul tersebut.”

Celakanya, hal terakhir itu yang justru banyak dilakukan pengguna Auto Content. Mereka tidak benar-benar menyediakan informasi, namun membuat informasi tersebut seolah-olah ada di situs mereka. Tentu saja hal ini justru merugikan pengguna mesin pencari, terutama pengguna Google yang tidak begitu mengerti.

Bagaimana kita mengenali Website Auto Content?

Mudah saja! Sampai tulisan ini dibuat, format website Auto Content di mesin pencari umumnya adalah seperti ini:

www.namadomain.com/search/keyword1+keyword2+keyword3+dst

Tidak menutup kemungkin akan berkembang format baru nantinya (seperti mengganti tag “search” dengan tag yang lain). Jadi, ketika saya menemukan URL seperti itu saya akan berpikir 1000 kali untuk mengekliknya. Ini yang saya sebutkan di atas bahwa dapat merugikan website Anda sendiri. Brand website Anda akan jatuh karena telah dicap sebagai Website Auto Content.

Mungkin banyak yang berpendapat, “Ah… peduli apa branding. Yang penting ranking dan traffic blog saya naik”. Yakin? Untuk traffic, Google sandbox (Baca : Apa itu Google Sandbox) rasanya masih cukup luas menampung website-website yang “nakal.” :) Sedangkan untuk ranking, Google jelas-jelas menyebutkan hal ini:
Google will take action against domains that try to rank more highly by just showing scraped or other auto-generated pages that don’t add any value to users. Examples include:

Auto-generated content: Content generated programatically. Often this will consist of random paragraphs of text that make no sense to the reader but that may contain search keywords.
Dan sebagai pamungkasnya, Google telah membuka sebuah page yang dapat digunakan oleh siapa saja pengguna Google untuk melaporkan situs-situs yang dianggap spam di https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport

Cara lain untuk mengenali website Auto Content adalah dengan cara membandingkan antara umur domain dengan jumlah halaman yang terindex. Kalau domain baru 1 tahun rasanya mustahil kalau page yang terindex sampai jutaan kan?

Pilihan semua kembali pada Anda. Saran saya, JANGAN MENIPU PENGUNJUNG. Optimalkan apa yang memang ada. Atau kalau ada yang nyasar ke website Anda dengan keyword tertentu, selama itu masih relevan, sediakan saja informasinya.
CATATAN: Postingan ini tidak bermaksud memojokkan penyedia dan pengguna Auto Content. Hanya sebuah postingan dari sudut pandang pengguna mesin pencari yang menginginkan hasil pencarian yang lebih baik. Jika tidak berkenan mohon abaikan saja. Terima kasih!
Terinspirasi dari sumber : Auto Content Blog
-----Semoga Bermanfaat-----
Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

6 komentar:

  1. bagus mas postingannya.
    terus posting ya.
    kapan=kapan komentari postingan saya yang sederhana.
    :)

    BalasHapus
  2. mantab penjelasanya..I'M juga NOFOLLOW BLOG sob

    BalasHapus
  3. saya sering ngalamin tuh... dklik eh ga ada info yg kita cari..
    ternyata bisa dilihat dari tanda + + + itu ya.. makasih infonya.. :D

    BalasHapus
  4. wah banyak tuh...kadang2 kalo lagi searching isinya gak ada...cuma hasil pencarian keyword doank...ngejengkelin sob, yang kita cari gak ada lama pula loadnya...cape deh

    BalasHapus
  5. @ Ngepas
    saya juga sering ngalamin sob, pokoknya bikin jengkel :g:

    @ Bippi
    betul banget tu sob, apalagi keywordnya sesuai banget dengan yang kita cari, tapi pas di klik isinya cuma keyword doank, bahkan lebih parah ada yang cuma iklan isinya :a:

    BalasHapus
  6. sering banget tu mas, ngalamin hal yang kayak begituan... dibawa bolak - balik dari halaman 1 ke halaman lainnya... malah jadi pusing sendiri kadang2... o,ya... makasih udah nge share ya mas...

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Auto Content Blog Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top