728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

25 Juni 2010

Ajang Shell Eco-Marathon Tingkat Asia di Malaysia? tahukah itu? bahwa kontes ini adalah kontes yang mengutamakan tingkat efisiensi bahan bakar dari suatu kendaraan. Indonesia, terutama Mahasiswa ITB, ITS, UGM dan FT. UI ikut serta dalam kegiatan tersebut, dan ini adalah salah satu bentuk prestasi dari Mahasiswa Indonesia dalam ajang kompetensi bergengsi. saya sendiri merasa bangga kalau Indonesia semakin maju dalam bidang Teknologi dan IT. berbagai dukungan pun muncul dari beragam pihak, facebookers, himpunan mahasiswa, mahasiswa, masyarakat dan acara Kick Andy di Metro Tv. bangga sekali saya dengan adanya Mahasiswa berprestasi ini.
setelah membaca media cetak, melihat info di televisi dan browsing di internet, saya mendapatkan data mengenai kendaraan hemat energi yang mereka ciptakan.

1. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)
Tiga tim dari Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB mengikuti Shell Eco-Marathon, perlombaan mendesain, merancang, dan membangun kendaran yang efisien energi. Perlombaan diadakan pada 8 s.d 10 Juli 2010 di Sepang International Circuit, Kuala Lumpur, Malaysia. Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka melakukan peluncuran kendaraan Shell Eco-Marathon ITB pada Senin, (26/04/10) di Aula Timur ITB. Pada peluncuran ini, hadir pula Djoko Suharto, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB sekaligus dosen pembimbing, Hasanuddin Z. Abidin, Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Informasi, dan Kemitraan, Darwin Silalahi, Country Chairman PT Shell Indonesia, serta para anggota tim.

Kejuaraan desain, rancang, dan bangun kendaraan oleh Shell bermula pada 1985 di Eropa, dan diadakan setiap tahun di Amerika dan Eropa. Tahun 2010, Shell Eco-Marathon diadakan di Asia. Pemenang kejuaraan ini adalah tim dengan kendaraan yang paling efisien dalam penggunaan energi. Artinya, dapat menempuh jarak terjauh dengan energi paling sedikit.

"Krisis energi merupakan permasalahan krusial saat ini," tutur Akhmaloka, dalam sambutannya pada peluncuran kendaraan Shell Eco-Marathon ITB. "Sekarang, semua berlomba-lomba dalam penghematan energi dan pencarian energi alternatif. Di mata Indonesia, posisi ITB dalam pembangunan kendaraan yang efisien energi sangatlah penting. Saya senang dan bangga terhadap para mahasiswa serta dosen pembimbingnya, yang menghasilkan karya nyata dalam menghadapi permasalahan krisis energi. Semoga kreasi ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya untuk berprestasi."

Ketiga tim yang berlaga di kompetisi antara lain Cikal, pada kategori urban concept, serta HEAVeEXIA dan Rajawali, pada kategori futuristic prototype. Pada konferensi pers, Ananta, salah seorang anggota tim, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini didasari atas minatnya terhadap otomotif dan keinginan untuk mempraktekkan teori kuliah ke dalam karya nyata. Selain mendapat pengalaman untuk mempraktekkan materi akademis, anggota tim mengaku mendapatkan manfaat lain, seperti kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, pengendalian emosi, kerja sama, dan manajemen

Spoiler for ini karya anak Bangsa:


Spoiler for OK:

Ketiga mobil itu karya tim Rajawali, Cikal, dan Heave-EXIA yang akan dilombakan pada Eco Shell-maraton tingkat Asia. Kompetisi yang akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 8-10 Juli 2010 itu mencari mobil masa depan yang paling irit bahan bakar.

"Mobil tim ITB akan menempuh 1.000 kilometer dengan 1 liter bahan bakar," kata Prof Djoko Suharto, salah seorang dosen pembimbing tim.

Tim Rajawali dan Tim Heave-EXIA akan berlomba di kategori prototype design. Kendaraan dalam kategori ini umumnya berbentuk aerodinamis dan beroda tiga. Kabinnya hanya untuk satu orang yang mengemudikan mobil dengan posisi berbaring.

Tim Rajawali akan memakai bahan bakar bensin, sedangkan tim Heave-EXIA menggunakan etanol. Adapun tim Cikal akan turun di kategori urban concept. Jenis kendaraan di kelompok itu harus beroda empat dengan ukuran lebih kecil dibanding mobil biasa.

Rekor lomba itu pernah dibuat tim dari Perancis pada 2003 dengan jarak 3.771 kilometer per liter bensin. Tim dari Swiss yang memakai bahan bakar hidrogen lebih hemat lagi. Mobilnya sanggup menempuh 5.000 kilometer per liter.

Di Asia, kompetisi ini baru digelar pertama kali. Kini sudah terdaftar lebih dari 112 tim dari 12 negara, yaitu Malaysia, Thailand, Pakistan, Iran, Philiphina, Cina, Vietnam, Indonesia, Jepang, Singapore, India dan Taiwan.

Selain ITB, Indonesia diwakili 6 tim lain dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

ANWAR SISWADI

Spoiler for detai kendaraannya:
Data Teknis Kendaraan
Tim cikaL

Data Teknis Kendaraan ITB - cikaL
Data Teknis Kendaraan ITB - cikaL
Kategori kendaraan: Urban Concept
Konsep yang ditawarkan: Mobil hemat bahan bakar, aerodinamis, dan ringan dengan rangka utama dari alumunium dan body dari carbon fiber. Dengan desain bergaya modern, sesuai dengan kehidupan perkotaan saat ini yang serba praktis, namun tetap detail. CikaL juga mengandung unsur budaya yang kemudian dipadukan selaras menjadi bagian dari mobil ini.
Data Teknis:

Dimensi:

* Panjang: 2,5 m
* Lebar: 1,2 m
* Tinggi: 1,2 m

Berat:

* Kosong: 120 kg
* dengan pengemudi: 190 kg

Jenis Bahan Bakar: Bensin dengan oktan 95 (gasoline 95)
Material yang digunakan:

* Chassis dan rangka utama: aluminium
* Body: carbon fiber

Tim HEAVe-EXIA
Data Teknis Kendaraan ITB - HEAVe-EXIA
Data Teknis Kendaraan ITB - HEAVe-EXIA
Kategori kendaraan: Futuristic Prototype
Konsep yang ditawarkan: HEAVe adalah kendaraan prototip 3 roda dengan 1 penumpang. HEAVe didesain dengan bentuk aerodinamis dan menggunakan struktur ringan. Kategori bahan bakar yang dipilih adalah Ethanol 100% yang rendah emisi. Mesin yang dipakai merupakan modifikasi mesin Kanzen 80cc. Untuk sebagian struktur pembentuk luar digunakan serat bambu.
Data Teknis:

Dimensi:

* Panjang: 3,0 m
* Lebar: 0,8 m
* Tinggi: 0,8 m

Berat:

* Kosong: 48 kg
* dengan pengemudi: 100 kg

Jenis Bahan Bakar: Bensin dengan oktan 95 (gasoline 95)
Material yang digunakan:

* Chassis dan rangka utama: stainless steel
* Body: kombinasi serat carbon, serat kaca dan serat bambu

Tim Rajawali
Data Teknis Kendaraan ITB - Rajawali
Data Teknis Kendaraan ITB - Rajawali

Kategori kendaraan:
Futuristic Prototype
Konsep yang ditawarkan: Kendaraan memakai mesin 35cc dan berbahan bakar bensin dengan oktan 95. Bentuk kendaraan terinspirasi dari bentuk tetesan air yang aerodinamis. Struktur body kendaraan adalah full carbon fibre. Rajawali hanya menggunakan 1 transmisi gigi sehingga tidak ada kehilangan daya akibat perpindahan gigi. Untuk mengatur daya, dipasang injector dan ECU agar konsumsi bahan bakar dapat sehemat mungkin.
Data Teknis:

Dimensi:

* Panjang: 2,7 m
* Lebar: 0,75 m
* Tinggi: 0,75 m

Berat:

* Kosong: 50 kg
* dengan pengemudi : 100 kg

Jenis Bahan Bakar: Bensin dengan oktan 95 (gasoline 95)
Material yang digunakan:

* Chassis dan rangka utama: duralumin
* Body : carbon fiber

2. Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya

Mobil Aerodinamis yang Irit Bahan Bakar

image

Mobil berbentuk lonjong yang aerodinamis itu diberi nama Robot Shell Eco Marathon (Semar) 2010. Mobil itu didesain oleh Galih Karnadhi, Ragil Anindita, Reza Pahlevi, dan Dimas Pramesti mahasiswa Teknik Mesin UGM. Selain memiliki kelebihan irit bahan bakar, mobil ini juga ringan. Berat maksimalnya hanya 80 kilogram.

"Pengemudi maksimal memiliki berat badan 50 kilogram. Posisi duduknya pun dirancang seergonomis mungkin. Sementara rangka dari aluminium dan roda memiliki berat delapan kilogram, bodi dari fiber glas lima kilogram, dan mesin tiga kilogram," kata Galih Karnadhi.

Mobil yang dipamerkan dalam Robotic and Technology Fair 2009 (Ro-Tech 2009) di gedung Prof Soedharto Undip Tembalang, Rabu (2/12) tersebut, dirancang menyesuaikan aliran udara untuk mempercepat laju mobil. Meski menggunakan mesin tipe Honda GX 3cc, namun mobil ini irit bahan bakar karena ada dorongan dari aliran udara.

Menurut Galih, mobil yang masih dalam tahap perancangan itu disiapkan untuk lomba Robot Shell Eco Marathon 2010. Biaya pembuatan mobil dengan dimensi panjang 2.000 milimeter, lebar 750 milimeter, dan tinggi 750 milimeter itu, mencapai Rp 100 juta. Bagian atas mobil juga dilengkapi dengan lubang penghisap udara (suction hole) yang berfungsi mengeliminasi turbulensi untuk laminerisasi.

3. Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM)

Tim Semart Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meluncurkan mobil hemat energi dan ramah lingkungan ‘Semar’ yang terbuat dari bahan komposit fiber dan berkonsep airfoil untuk mengurangi coefisien of drag (CD) dari kendaraan.

“Struktur rangka dari kendaraan SEMAR menggunakan kombinasi plat dan profil almunium yang didesain sedemikian hingga berat dan struktur bodi tidak lebih dari 25 kilogram. kendaraan tersebut memiliki panjang total 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, dan lebar total 0,88 meter yang didesain dengan tiga roda berpenggerak roda belakang dan steering roda depan. Kendaraan itu diharapkan dapat menempuh jarak 1.000 km dengan konsumsi bahan bakar satu liter bensin.

Mobil SEMAR sendiri memiliki panjang total 2.7 meter, tinggi 0.8 meter dan lebar total 0.88 meter. Body kendaraan tersebut terbuat dari bahan fiber composite dan berkonsep airfoil untuk mengurangi coefisien of drag (CD) dari kendaraan. Struktur rangka dari kendaraan SEMAR menggunakan kombinasi plat dan profile almunium yang di desain sedemikian hingga berat dan struktur body tidak lebih 25 kg. Tim Semart sendiri menyatakan hasil temuannya ini mampu melalui jarak anyer-panarukan hanya dengan 1 liter bensin.

4. Mahasiswa Universitas Indonesia (UI)
Mahasiswa Universitas Indonesia berhasil menciptakan mobil irit bahan bakar yang menggunakan mesin motor 125 cc dan 110 cc.

Ketiga mobil ini diberi nama Equator, Pasopati, dan keris. Mobil ciptaan mahasiswa UI ini dirancang khusus untuk mengikuti ajang shel Eco-Marathon tahun 2010, yang akan berlangsung di Malaysia. Ketiga mobil ini memiliki cc mesin yang berbeda, namun ketiganya sama-sama menggunakan kompresi mesin empat langkah. mobil Equator menngunakan mesin dari sepeda motor merk Mahator dengan kapasitas mesin 125 cc., sedangkan mobil Pasopati dan Keris menggunakan mesin 110 CC.

Dari ketiga mobil ini, pihak UI baru melakukan uji coba terhadap mobil Keris. Mobil ini memeiliki kecepatan maksimum 35 kilometer per jam, mampu menempuh jarak 800 hingga 1000 kilometer dengan menghabiskan 1 liter bensin. (ARI)

Nah, mari kita dukung Mahasiswa Indonesia yang akan membawa nama Indonesia menjadi lebih harum lagi, sebagai bentuk dari partisipasi saya sebagai blogger, tentu ajang ini tidak akan saya lewatkan karena perkembangan Indonesia kini semakin beranjak menjajah tingkat Internasional.
Sebagai bentuk dukungan anda, berikanlah tanda suka pada posting ini, maupun bagikan lewat facebook.ok kawan
Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

  1. Waaaaaah kereeeennn Indonesia juga bisaaa lah! :h:

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Dukung Indonesia Dalam Ajang Shell Eco-Marathon Tingkat Asia di Malaysia Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top