728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

14 Oktober 2009


Facebook adalah sebuah fenomena menarik dari wadah jejaring sosial yang lagi trend dan berkembang amat pesat saat ini. Para pengguna (user) terkini tidak terbatas pada anak-anak usia muda saja, juga orang-orang tua─bapak, ibu, kakek maupun nenek. Pembatasan yang dilakukan oleh Facebook─dalam arti tidak diperbolehkan menjadi pengguna sesuai aturan yang harus disetujui pada saat registrasi─hanya bagi para remaja usia di bawah 18 tahun. Namun pada kenyataannya, siswa SLTP yang rata-rata masih berusia 12-14 tahun sudah banyak yang menjadi pengguna Facebook. Ini bisa terjadi karena saat registrasi yang dituntut hanya kejujuran, tidak ada keharusan untuk melampirkan KTP atau menyertakan foto. Seorang remaja bisa saja menyembunyikan usia sebenarnya serta melekatkan foto seorang idola misalnya sebagai foto profile agar bisa diterima sebagai pengguna. Bahkan, tanpa fotopun seseorang bisa saja menjadi pengguna Facebook!Kini Facebook sudah memasuki tahun keenam sejak diluncurkan oleh Mark Zuckerberg asal Amerika Serikat pada Pebruari 2004 dan telah menjadi sebuah wadah bagi jejaring sosial terbesar saat ini. Dalam pertarungan untuk memperebutkan wadah pertemanan secara on-line di dunia maya, Facebook telah menjadi pemimpin dunia. Dunia bahkan terkagum-kagum karena Facebook yang diluncurkan secara perdana oleh Zuckerberg─saat masih berusia kira-kira 19 tahun─dari sebuah ruangan tak terpakai di Universitas Harvard, sekarang telah memiliki 150 juta pengguna aktip, jauh melebihi MySpace dengan 130 juta pengguna.

Saat Facebook diluncurkan pertama kali pada 2004, hanya dalam waktu 24 jam 1200 orang mahasiswa Universitas Harvard telah mendaftar untuk bergabung. Hanya dalam waktu singkat telah menyebar secara luas ke berbagai perguruan tinggi serta universitas di Amerika Serikat. Dalam perkembangan selanjutnya Facebook telah merambah berbagai negara di dunia dan telah diterjemahkan lebih kurang dalam 60 bahasa.

Sebenarnya faktor apa yang menyebabkan Facebook menjadi sedemikian fenomenal? Keberhasilan utama Facebook bukanlah disebabkan oleh keunggulan teknologi maupun alat penghubung. Facebook unggul karena landasan utama mereka adalah pertemanan. Hubungan antar sesama membentuk pengalaman secara online. Tak ada teknologi yang bisa menyamai sebuah persahabatan. Saat ini misalnya, lebih dari 15 juta pengguna mengupdate status mereka setiap hari. Mereka memberitahu apa yang sedang dilakukan, menunjukkan foto-foto, mengupload video, chatting, membuat teman baru, bertemu teman lama, bergabung dengan satu kelompok dan lain sebagainya.

Namun dibalik segala kelebihan itu mulai terungkap adanya masalah yang mengganggu kemesraan pasangan yang sedang berpacaran maupun keharmonisan rumah tangga suami isteri sesama pengguna Facebook karena faktor cemburu. Hubungan sebuah pasangan kekasih yang semula berjalan romantis dan mesra tiba-tiba menjadi berantakan karena salah seorang diantara mereka tidak bisa menahan emosi karena cemburu. Siapa pula yang tidak cemburu, bila seorang melihat status pasangannya yang semula “in a relationship” berobah menjadi “single”? Dia tentu akan menjadi penasaran dan bertanya-tanya, “Kenapa statusnya tiba-tiba menjadi single, apakah dia tidak menganggapku lagi sebagai pacar?” atau “Oh, barangkali dia sedang tertarik pada orang lain sehingga terang-terangan merobah statusnya!” Dan hubungan yang semula mesra akhirnya menjadi berantakan dan agaknya tidak bisa dipertahankan lagi.

Bila kita melihat foto profile dari pengguna Facebook, banyak yang menggunakan foto ketika berdua dengan pacar atau suami/isteri, foto anak, atau bahkan foto benda mati. Barangkali ini tidak terlepas dari faktor kecemburuan tadi. Dengan melihat foto mereka berdua─pasangan ini berharap─seorang pemberi komentar akan berlaku hati-hati agar tidak sampai menyinggung perasaan pasangan pengguna yang dikomentarinya. Seorang suami atau pria pasti sewot dan cemburu setengah mati kalau isteri atau pacar yang dicintainya memberitahukan status single, foto profile sendiri tanpa pasangan dan dipilih foto paling cantik ketika masih muda . Lalu komentar bernada mesra dari pria-pria lainpun berdatangan meskipun sebenarnya tidak ada keinginan untuk berbuat selingkuh. Demikian pula bila terjadi sebaliknya─seorang suami melakukan hal serupa, tentu isterinya akan uring-uringan sepanjang hari.

Bagaimana seharusnya seorang pengguna Facebook bersikap agar hubungan dengan pasangannya tidak terganggu akibat cemburu? Kalau sudah menikah atau berpacaran, status masing-masing hendaknya dibuat tidak single sesuai keadaan sebenarnya sehingga orang lain minimal sudah tahu dia sudah punya pasangan. Walaupun Facebook menganjurkan untuk membuat teman sebanyak-banyaknya, hendaknya harus tetap selektip ketika hendak menambah sesorang menjadi teman baru. Hindari berteman dengan seseorang yang berasal dari komunitas tidak jelas karena sebagian data pribadi anda sudah terbuka bagi siapapun termasuk orang yang berniat tidak baik. Tapi cara paling baik─menurut seorang bijak─untuk menjaga agar hubungan dengan orang yang dicintai tetap harmonis dan langgeng adalah dengan menjauhkan diri dari Facebook. Tetapi apakah bisa, terutama bagi seorang pengguna yang sudah ketagihan?

Sumber : BBC NEWS dan CNET NEWS

Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Pengguna Facebook : Petaka Bagi Pasangan Akibat Cemburu Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top