728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

31 Agustus 2009

Membaca buku, bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan bahkan sangat tidak mereka sukai. meskipun hal itu sangat dituntut dalam media pembelajaran, hal ini justru terabaikan, banyak perpustakaan yang sepi pengunjung meskipun koleksi buku mereka sangat banyak, dan ada pula segelintir orang yang meluangkan waktu untuk membaca buku. buku adalah gudang ilmu, tapi buu juga sebagian mereka anggap sebagai hal yang paling malas untuk menimba ilmu. tentu hal itu adalah pendapat yang salah dan tidak dibenarkan dalam kacamata pendidikan.Apa sih gunanya baca buku? Bukankah lebih baik menonton film di TV atau di bioskop? Toh ceritanya dengan yang di buku sama saja.” Sering kalimat serupa terlontar dari mulut kebanyakan orang awam. Tentu masih ada orang yang senang membaca buku. Tetapi seringnya kita menjumpai orang yang tak suka membaca buku. Padahal jika dilihat lebih lanjut, cerita di buku dengan cerita pada tontonan film akan lebih mendetail cerita di buku. Contohnya saja dalam penggambaran perasaan seseorang. Jika di film, terkadang ada beberapa aktor/aktris yang kurang bisa mengekspresikan perasaan tokoh yang dilakoninya. Hal ini tentu saja dapat membuat orang yang mengikuti jalannya cerita menjadi bingung. Pada buku, penggambaran perasaan tokoh dapat mudah diketahui dengan rangkaian kata-kata penyebab perasaan tersebut. Jalannya cerita juga lebih jelas ketika kita membaca buku. Terkadang, jika kita menonton film, pasti kita pernah bingung bukan? Misalnya bingung akan mengapa tokoh A berbuat begitu dan tokoh B berbuat begini.

Dengan membaca buku, kita sadari atau tidak sadari, kita pasti medapat beragam pengetahuan. Pengetahuan tersebut dapat berupa perbendaharaan kata, fakta unik yang jarang diketahui orang awam dan beberapa ciri para penulis menuliskan cerita bukunya. Sewaktu-waktu, pasti ada dari wawasan ini yang kita perlukan, entah dalam dunia kerja atau dalam pembuatan karya sendiri.

Buku juga dapat diasosiasikan sebagai pesiar di kala waktu senggang saat membutuhkan sesuatu untuk dikerjakan. Pesiar itu dapat diwujudkan ketika kita mengimajinasikan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya dari apa yang kita baca. Imajinasi itu dapat berupa pemandangan, suasana, ataupun rupa seseorang. Dari sebuah bacaan, kita dibebaskan untuk mengimajinasikan segala sesuatu yang tergambar di sana. Dari imajinasi itulah, biasanya lahir sebuah inspirasi untuk membuat suatu karya.

Sebuah buku dapat menggambarkan jalan pikiran penulis pada saat dia menulis buku tersebut. Dan dapat juga menggambarkan cita-cita penulis tersebut. Jika kita lihat, kebanyakan pengarang fiksi selalu berandai-andai tentang karakter tokoh dan nasib tokoh tersebut sebagai dirinya yang sangat diinginkannya. Ada juga beberapa penulis yang menaruh fakta kehidupan sehari-harinya ke dalam buku yang ditulis, contohnya novel Kambing Jantan, yang rencananya segera dibuat film.

Sebuah buku juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk pemecahan masalah dan menjadi dasar pembuatan suatu karya. Seperti misalnya buku yang ceritanya seakan nyata, dapat saja agak mirip dengan kehidupan yang kita jalani. Buku tersebut bisa memberi semangat hidup lebih karena kita berpikir ternyata ada yang mengalami nasib sama seperti kita. Dalam olah karya, inspirasi bisa datang dari apa yang kita baca dari sebuah buku. Sehingga, bacaan yang kita baca tidak hanya sebagai pemenuh rak buku saja. Sayangnya, anggapan penghabisan waktu untuk membaca buku sering bersifat negatif di mata orang awam. Sebenarnya, jika kegiatan membaca buku bisa kita manfaatkan secara maksimal, kita dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih. Sesuatu itu adalah karya yang dapat berupa tulisan maupun sebuah pembuktian teori dari apa yang kita baca.

Untuk pembelian buku, kita bisa memilih buku sesuai genre favorit kita. Genre buku bisa bermacam-macam. Contohnya teenlit, yang biasanya disukai kalangan anak muda. Ada juga genre detektif yang komik terkenalnya adalah Detektif Conan, Sherlock Holmes, atau Poirotnya Agatha Christie. Dan yang ekstrem, ada genre trilogy. Genre ini menyuguhkan suatu cerita yang dikemas dalam tiga buku yang ceritanya saling terjalin. Yang lain ada buku dokumentasi, tutorial, dan sebagainya.

Buku hampir selalu dapat kita jumpai di mana saja, tempat paling bagus untuk membaca buku adalah perpustakaan. Sebuah ruangan yang tidak berisik, sehingga kita dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada apa yang kita baca. Tempat membeli buku yang terkenal murah, adalah selama pameran buku berlangsung. Biasanya, pameran buku menyuguhkan diskon pembelian hingga 50%. Dibandingkan dengan harga buku yang tidak ada diskon, tentu jauh lebih menguntungkan pembelian di pameran buku. Jadi, tabung saja uang hingga ada pameran buku.

Terlepas dari hal pembelian buku, sekarang keadaaan buku agak tergeser dengan hadirnya perangkat elektronik yang menawarkan kemudahan dengan menawarkan produk buku elektronik (e-book), buku yang dapat dibaca melalui layar perangkat elektronik. Electronic Book ini biasanya didapatkan dengan mendownload atau membelinya melalui internet. Terlepas dari masalah kesehatan mata, E-book masa kini lebih canggih, tidak hanya di layar komputer, pada layar telepon genggam juga dapat menampilkan cerita satu buku penuh. Jika membaca buku terlalu sering saja dapat membuat mata menjadi rusak, bagaimana dengan e-book ini? Sangat tidak dianjurkan berlama-lama di depan layar komputer untuk membaca buku yang panjang ceritanya. Sebenarnya hal tentang adanya e-book tidak terlalu berpengaruh, mengingat apa yang kita cari dari sebuah bacaan adalah makna positif yang tersampaikan, detail cerita, dan pengetahuan tak terbatas.

Akhir kata, di dunia ini memang masih ada ejekan hantu perpustakaan atau kutu buku. Tetapi, cobalah ubah ejekan itu menjadi sebuah kata yang keren dengan memaksimalkan manfaat membaca buku. Bagi saya sendiri, kutu buku adalah julukan yang keren, terlepas dari hal saya adalah penggemar buku atau tidak. Jadi, setelah anda membaca artikel ini, saya berharap anda menjadi lebih suka membaca buku untuk lebih berkarya. Salam!
Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Manfaatkan Membaca Buku Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top