728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

15 Juni 2009

Penemuan benda cagar budaya oleh para penggali lahan uruk di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kediri pada 13 Januari 2007, menambah catatan peninggalan Kerajaan Majapahit di Kediri. Sebelumnya di Kediri sudah ada CANDI SUROWONO, tempat penyucian Raja Wengker [raja bawahan pada masa Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit], CANDI TEGOWANGI, serta ARCA TOTOK KEROT, peninggalan Raja Dhaha, Prabu Jayabaya. Ahad (18/3) hingga Senin (19/3/2007), saat libur Hari Raya Nyepi, ratusan pengunjung dari Kediri dan sekitarnya berjubel mendatangi SITUS TONDOWONGSO. Tidak ketinggalan uang Rp 2.000 harus diserahkan kepada panitia.

"Lumayan ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sampai jam 12.00 kami sudah mengumpulkan uang Rp 3 juta lebih," kata Suradi, panitia lokal.

Pemkab Kediri berencana mengambil alih lahan milik warga, dengan tujuan memudahkan tim purbakala melakukan penggalian dan penataan. Sebab, tim purbakala telah menemukan sudut-sudut candi dan bisa menentukan berapa luas bangunan yang telah terpendam selama ratusan tahun. "Itu yang membuat warga penasaran dan ingin melihat," tambah Suradi.

Menariknya, tempat-tempat tersebut dijaga oleh warga penemunya. Seakan-akan mereka menjadi si pemilik benda cagar budaya. Ada pula penjual 'sumber air' yang diduga tempat pemandian yang berada di dalam sebuah sudut candi bagian barat. Meski sudah ada keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup bahwa air tersebut mengandung banyak bakteri, warga tak peduli. "Ini jelas air berkah karena merupakan peninggalan masa lalu," kata Jiyo, warga Plemahan, Kediri.

Dusun Tondowongso yang dulu sepi kini sangat ramai. Di sepanjang jalan masuk, banyak pedagang dadakan.

Menurut catatan saya, situs Tondowongso ini terungkap ketika beberapa penggali lahan uruk di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kediri, pada 13 Januari menemukan patung Dewa Brahma. Penemuan itu disusul dengan Dewi Durga pada 18 Januari, tak jauh dari lokasi penemuan awal.

Disusul kemudian patung Arca Nandi atau Lembu Andini pada 19 Januari dan Lingga Yoni pada 26 Januari. Lantas, ditemukan dua patung pada 12 Februari dan 13 Februari. Kedua patung tersebut belum diketahui namanya.

Penemuan terakhir, awal Maret 2007, berupa sumber air dan gapura serta tangga dari batubata yang menuju sumber air tersebut. Dua hari kemudian, 3 Maret, ditemukan kembali enam arca di lahan milik Kiran (47), warga Adan-Adan, Gurah, Kediri, yang belum diketahui namannya, kecuali satu Arca Nandi alias Lembu Andini.

Lima arca lain yang belum diketahui namannya tersebut salah satunya terpotong kepalanya. Mirip seorang raja dengan mahkota di kepala.


Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Penemuan Situs Candi Baru di Kediri Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top