728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

21 Juni 2009

Nilai indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia mengalami penurunan 0,1 poin dari tahun sebelumnya. IPK tersebut adalah persepsi korupsi di sektor publik pada 180 negara. Data ini merupakan hasil gabungan 14 survei pendapat ahli. Nilai IPK ini skalanya dari 0 sampai 10.

Nol mengindikasikan persepsi terhadap korupsi tinggi. Sedangkan 10 mengindikasikan tingkat korupsi yang rendah.

Pada 2006, IPK Indonesia adalah 2,4. Sedangkan IPK pada 2007 adalah 2,3. “Hal ini memberikan gambaran negara kita mengalami penurunan dalam upaya pemberantasan korupsi,” kata Ketua Dewan pengurus Tranparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di Sekretariat TII, di Jakarta, baru-baru ini.Menurut dia, ada beberapa faktor yang menjadikan penurunan IPK Indonesia. Hal itu antara lain masih banyaknya koruptor yang dibebaskan dari jeratan hukum.

Dia mencontohkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis bebas Pontjo Sutowo dan Ali Mazi dari dakwaan korupsi perpanjangan hak guna bangunan Hotel Hilton. Contoh lainnya, putusan Pengadilan Negeri Blora memvonis bebas Supito, terdakwa kasus korupsi pengadaan bantuan gubernur untuk air bersih senilai Rp800 juta.

TII pun meminta Presiden SBY kembali memimpin langsung gerakan pemberantasan korupsi. Ini penting agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar. TII juga mendesak diselesaikannya UU Tipikor dan membentuk Pengadilan Tipikor di setiap daerah. Data diperoleh TII, negara paling bersih di urutan pertama adalah Denmark, Irlandia dan New Zealand. Ketiganya mempunyai skor IPK 9,4. Urutan selanjutnya adalah Singapura dan Swedia berskor 9,3.

Sedangkan negara tetangga Indonesia, Malaysia, memiliki skor yang jauh lebih baik dari Indonesia yakni 5,1. Di tingkat negara yang paling korup adalah Somalia dan Myanmar dengan skor IPK 1,4. Sedangkan Irak memiliki skor IPK 1,5.

Ke-37 negara terkorup itu adalah Indonesia, Rusia, Togo, Gambia, Angola, Guinea-Bissau, Nigeria, Azerbaijan, Belarus, Republik Kongo, Cote d Ivoire, Ekuador, Kazakhstan. Selain itu Kenya, Kyrgyzstan, Liberia, Siera Leone, Tajikistan, Zimbabwe, Bangladesh, Kamboja, Republik Afrika Tengah, Papua New Guinea, Turkmenistan, Venezuela, Republik Demokratik Kongo. Kemudian Equatorial Guinea, Guinea, Laos, Afganistan, Chad, Sudan, Tonga, Uzbekistan, Haiti, Irak, Myanmar, dan Somalia.

Menurut Todung, responden sangat mengerti perilaku korupsi di segala tingkatan. Praktik korupsi itu sering mereka temukan dalam proses perizinan dan operasional bisnis mereka. “Responden sangat mengetahui perilaku korupsi baik di daerah maupun pusat belum berubah,” kata Todung.

Dengan kata lain, para responden mempresepsikan keparahan korupsi di beberapa negara yang disurvei, termasuk Indonesia. Indeks Persepsi Korupsi TI juga didasarkan pada sedikitnya 13 survei dilakukan 11 lembaga internasional.

Ke-13 survei itu adalah Country Performance Assessment Ratings by the ADB, Country Policy and Institutional Assessment by the AFDB, Bertelsmann Transformation Index, Country Policy and Institutional Assessment by tha IDA and IBRD.

Kemudian Economist Intelligence Unit, Freedom House, Nations in Transit, Global Insights, World Competitiveness Report of the Insitute for Management Development, Merchant International Group, Political and Economic Risk Consultancy, United Nations Economic Commission for Africa, dan Global Competitiveness Report of the World Economic Forum. Indonesia adalah negara paling sering menjadi objek survei dan 11 dari 13 survei internasional itu dilakukan di Indonesia.
Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Indonesia Urutan 38 Korupsi Terbesar di Dunia Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top