728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

22 Maret 2009

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan

oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

Komposisi

Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan- CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan -0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
  • minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
  • minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
  • minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
  • minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
  • kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
  • minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
  • minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
  • sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

Negara penghasil minyak bumi terbesar

(Diurutkan berdasar jumlah produksi tahun 2006) dan total produksi1nya dalam juta barrel per hari
  1. Arab Saudi - 10,665
  2. Rusia - 9,667
  3. Amerika Serikat2 - 8,331
  4. Iran - 4,148
  5. Republik Rakyat Cina - 3,858
  6. Meksiko - 3,707
  7. Kanada - 3,288
  8. Uni Emirat Arab - 3,0
  9. Venezuela - 2,803
  10. Norwegia - 2,786
  11. Kuwait - 2,675
  12. Nigeria - 2,443
  13. Brasil - 2,166
  14. Aljazair - 2,122
  15. Irak - 2,008
(Diurutkan berdasar jumlah yang diekspor di 2006) dan total ekspor dalam juta barrel per hari
  • Arab Saudi - 8,651
  • Rusia - 6,565
  • Norwegia - 2,524
  • Iran - 2,519
  • Uni Emirat Arab - 2,515
  • Venezuela - 2,203
  • Kuwait - 2,150
  • Nigeria - 2,146
  • Aljazair - 1,847
  • Meksiko - 1,676
  • Libya - 1,525
  • Irak - 1,438
  • Angola - 1,365
  • Kazakhstan - 1,114
  • Kanada - 1,071
Catatan:
1 Total produksi termasuk minyak mentah, gas alam, kondesat dan cairan lainnya.
2 Amerika Serikat mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.
3 Yang dicetak tebal adalah negara-negara anggota OPEC.
Sumber: Statistika Energi dari pemerintah AS
Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Minyak Bumi Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top