728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

24 Maret 2009

Konstanta

Konstanta ini seperti variabel, hanya saja nilainya sudah didefinisikan sebelumnya dan selalu tetap dan tidak bisa diubah dalam program.

Contoh:

Const

Myconst = 1234;

Var

i:word;

Begin

i:=40;

writeln(i*myconst);

End.

Sudah jelas to maksud program di atas? Ingat! Nilai konstanta tidak dapat diubah. Jika dalam program dicoba untuk diubah, maka akan error.

Percabangan

Salah satu dari tiga konstruksi fundamental adalah percabangan/branching. Dalam pascal, percabagan menggunakan syntax if then else dan case of.



Syntax:

IF kondisi THEN

BEGIN

...

END;

Dengan ELSE:



IF kondisi [and] kondisi [or] kondisi THEN

BEGIN

...

END {memang tanpa titik koma di sini; sebelum ELSE tidak perlu titik koma!!!}

ELSE

BEGIN

...

END;

Apabila kondisi terpenuhi, maka program akan menjalankan b\perintah yang ada setelah THEN. Tapi jika kondisi tidaki terpenuhi, maka program akan menjalankan program setelah ELSE.

Contoh penggunaan:

Var i: integer;

Begin

Write('Masukkan bilangan antara 1-100: '); readln(i);

If i<=50 then

Write('bilangan kecil')

Else

Write('bilangan besar');

End.

Penggunaan CASE … OF:

Penggunaan Case OF ini lkebih berguna jika kondisi yang dibandingkan berupa range. Lihat contoh berikut:

CASE nilai OF

80..100 : grade:='A';

70..79 : grade:='B';

55..69 : grade:='C';

45-54 : grade:='D';

ELSE grade:='E';

END;

Looping

Selain percabangan, konstruksi fundamental pemrograman yang lainnya adalah looping atau perulangan. DI Pascal ada 3 macam looping. Kita akan pelajari satu per satu:

1. For … to … do

Syntax:

FOR variable := nilai_awal TO nilai_akhir DO

BEGIN

…apa_yang_diulang….

END;

Contoh penggunaan:

FOR i:=1 TO 5 DO

BEGIN

Writeln(i);

END;

Program di atas akan menuliskan angka 1 sampai 5 ke bawah di layar.

Jika ingin melakukan perhitungan mundur dari 5 ke 1, gunakan perintah DOWNTO sebagai pengganti TO (FOR i:=5 DOWNTO 1 DO).



BONUS!!! Untuk variabel yang bertipe char, bisa juga menggunakan FOR dengan cara berikut:

FOR c:='A' TO 'Z' DO write(c,' ');

Atau boleh juga menulisnya dengan

FOR c:='Z' DOWNTO 'a' DO write(c,' ');

Atau untuk tipe boolean, bisa juga seperti ini:

FOR b:=false TO true DO writeln(b);

Bagaimana? Keren kan?

2. While … do

Syntax:

WHILE kondisi DO

BEGIN

…apa_yang_dilakukan…

END;

Bedanya dengan FOR ... DO, adalah pada WHILE ... DO, sebelum memulai masuk ke blok begin end, ada kondisi yang harus dicek. Jika terpenuhi baru masuk ke blok BEGIN END dan terus-menerus diulang hingga kondisi tidak tercapai. Jadi bisa saja yang di dalam blok BEGIN END tidak dijalankan sama sekali.

Contoh penggunaan:



i:=1;

WHILE i<6>

BEGIN

Writeln(i);

i:=i+1;

END;

3. Repeat … until

Syntax:

REPEAT

…apa_yang_dilakukan…

UNTIL kondisi

Ini adalah kebalikan dari WHILE DO, jika pada WHILE DO, sebelum menjalankan statement, maka kondisi dicek terlebih dahulu. Maka sebaliknya, pada REPEAT UNTIL, program menjalankan statement dalam blok BEGIN END satu kali terlebih dahulu, baru di akhir dilakukan pengecekan kondisi. Jika kondisi terpenuhi, maka Blok statement akan diulang lagi, sampai kondisi sudah tidak terpenuhi. Jadi, minimal blok program dalam REPEAT UNTIL dijalankan satu kali.

Contoh penggunaan:

i:=1;

REPEAT

Writeln(i);

i:=i+5;

UNTIL i>5;

Nah, itu semua adalah dasar dari pemrograman Pascal. Untuk lebih lanjut akan dibahas pada waktu berikutnya (semoga saya sempat membuat tutorial berikutnya). Berikut ini saya berikan bonus program BINTANG BERGERAK MEMANTUL-MANTUL DI LAYAR.

PROGRAM BintangMantulMantulSampaiDitekanEscape;

USES crt;

CONST

lebar=80;

tinggi=25;

xawal=1;

yawal=1;

VAR

x,y : byte;

dx,dy : shortint;

c : char;

BEGIN

{inisialisasi awal}

x:=xawal;

y:=yawal;

dx:=1;

dy:=1;

c:=#0;

REPEAT

clrscr; {bersihkan layar}

gotoxy(x,y);

write('*'); {mencetak bintang pada posisi X,Y}

x:=x+dx; {ubah koordinat x}

y:=y+dy; {ubah koordinat y}

{cek, jika sudah sampai di batas layar,

maka ubah dx & dy untukk ganti arah}

IF (X>=lebar) OR (X<=1) THEN dx:=-dx;

IF (Y>=tinggi) OR (Y<=1) THEN dy:=-dy;

{jika ada penekanan tombol, maka tombol tersebut dideteksi}

IF keypressed THEN c:=readkey;

delay(100); {menunda selama 100ms}

UNTIL c=#27;

END.

Sederhana bukan? Silahkan berkreasi dengan program yang lain. Be Creative!!





Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Dasad-dasar Turbo Pascal Part 2 Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top