728x90 AdSpace

HEADLINE NEWS

08 Maret 2009

Dampak Positif

1. Mempermudah komunikasi.
2. Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi.
3. Memperluas jaringan persahabatan.

Dampak Negatif :
1. Mengganggu Perkembangan Anak :
Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah? Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan HP untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.

2. Efek radiasi
Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaannya,. penggunaan HP juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi pelajar anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen.

3. Rawan terhadap tindak kejahatan.
Ingat, pelajar merupakan salah satu target utama dari pada penjahat.

4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa.
Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. HP bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar.

5. Pemborosan
Dengan mempunyai HP, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau HP hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.

Ehm, menurut gw pribadi sebagai mantan pelajar beberapa tahun lalu di SMP dan SMA, handphone punya dampak negatif dan positif. Dampak positif nya ya pasti bisa bikin kita berhubungan dengan temen2, misalnya lagi di sekolah nih, kita lagi di lantai 3, sementara temen kita di kantin, kalau kita mau nitip sesuatu ya tinggal sms atau telfon, gak usah capek2 jalan ke bawah.

Dampak negatif nya pun juga ada, malah kayaknya lebih banyak yah. Contohnya ya seperti yang sudah disebut oleh post sebelum ini, misalnya untuk mencontek ataupun mengambil gambar2 porno. Dulu waktu gw SMP dan SMA, tiap pelajaran tuh gak ada brenti2nya sms-an, dan itu kalo dipikir emang cukup mengganggu konsentrasi belajar sih.
Jadi, last result adalah handphone mempunya dampak negatif dan positif. Tergantung bagaimana si pemakai handphone itu menyikapinya, kalau memang dia ke sekolah niatnya belajar ya dia bakal matiin handphone nya saat jam pelajaran.

dampaknya akan sangat berpengaruh kepada konsentrasi belajarnya...sebaiknya di berikan waktu untuk menggunakan hp... maksudnya, jangan sampai si anak memegang hp pada saat belajar/menonaktifkan hp pada saat belajar.

dampak lain di luar pelajaran adalah, dia tidak memikirkan lagi pelajaran yang telah di pelajari karena sibuk dengan "smsan" dan akhirnya dia tidak pernah mendalami pelajarannya itu sehingga dia menjadi anak yang bodoh....

Hanphone, Mengganggu Perkembangan Anak?

Percayakah anda dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di Hp misalnya kamera, permainan (games) akan mengganggu anak dalam menerima pelajaran di sekolah?Tidak jarang mereka disibukkan tidak hanya dengan menerima panggilan, sms, misscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan Hp untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknelogi.

Teknologi dari alat komunikasi ini semakin hari semakin maju, sehingga banyak jenis HP yang bermunculan. HP yang diproduksi semakin variatif baik dari merek, bentuk, ukuran maupun menu dan fitur yang ada di dalam HP tersebut. Dengan adanya hal tersebut, masyarakat cenderung untuk berlomba-lomba memiliki HP yang menurut mereka paling maju dan paling baru. HP juga sudah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari yang digunakan secara umum oleh masyarakat, mulai dari kalangan profesional, birokrat, selebriti, elite politik, karyawan, atau mahasiswa., kini ada kecenderungan HP sudah mulai marak diperkenalkan dan digunakan kepada anak-anak sekolah yang dari segi umur masih belum masuk kategori dewasa.

Banyak alasan orang tua memberikan HP kepada anak-anaknya. Ada yang karena alasan sepele, yakni demi gengsi dan simbol status sosial. Lewat cara ini orang tua mencoba memperlihatkan "siapa mereka" lewat penampilan anaknya di sekolah dengan pesawat HP ditangan. Ada pula yang beralasan lebih fungsional yakni demi memudahkan komunikasi antara orang tua di rumah atau di tempat kerja dengan anak-anak mereka di sekolah. Setidaknya, lewat pemberian HP kepada anak-anak, orang tua lebih mudah berkomunikasi, memantau, atau melakukan tindakan-tindakan segera jika terjadi situasi darurat. Misalnya soal jemputan.

Di luar alasan itu, masih ada pula alasan orang tua yang lebih smart, yakni selain demi efektivitas
komunikasi, orang tua juga mencoba memperkenalkan teknologi komunikasi lebih dini kepada anak-anak mereka. Lewat pengenalan dini terhadap sebuah kemajuan teknologi komunikasi, diharapkan si anak bisa lebih "cerdas" mengadopsi dan menguasai teknologi tersebut. Harapan lebih jauhnya, si anak bisa terstimulasi otaknya sehingga lebih kreatif dan inovatif dalam berpikir. Setidaknya, lewat pengenalan lebih dini, anak tidak mengalami gejala "gaptek" alias gagap teknologi.

Alasan apa pun, sebenarnya sah-sah saja orang tua memperkenalkan anak-anak mereka terhadap HP. Meski demikian, sah-sah pula ketika banyak kalangan justru mempertanyakan segi kelayakan: seberapa pantas anak-anak menggunakan HP? Banyak alasan yang menjadikan pertanyaan itu muncul Dari aspek psikologi yang dikhawatirkan akan memunculkan rasa cemburu dan kesenjangan sosial antara anak-anak yang menggunakan HP dengan mereka yang tidak, khususnya jika si anak pengguna HP terlalu atraktif memperlihatkan HP-nya. Sementara dari aspek kesehatan, juga tak kalah besarnya kekhawatirkan yang ditimbulkan akibat pemakaian HP pada anak-anak. Kalau kita telusuri lebih dalam, hal ini sangat rancu, karena HP ini ternyata hanya sebagai alat untuk menaikkan gengsi dan status, selebihnya HP hanya sebagai pajangan biar orang lain lihat "nih gua juga pakai HP mahal". Mungkin juga tujuan-tujuan lain orang tua ingin memperlihatkan kekayaannya melalui anaknya yang masih SD.
Untuk itu saya hanya bisa menyarankan. "Wahai para orang tua pertimbangkanlah dengan matang untuk memberikan anak menggunakan HP”. Banyak kasus yang telah terjadi akibat penggunaan Hp terutama yang terjadi di sekolah-sekolah. Jangan biarkan anak menjadi korban teknelogi. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di Hp misalnya kamera, permainan (games) maka hal tersebut akan menggangu mereka dalam menerima pelajaran di sekolah. Bagaimana tidak, tidak jarang mereka disibukkan tidak hanya dengan menerima panggilan, sms, misscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan Hp untuk mencontek (curang) dalam ulangan. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan budak teknelogi.

Tulisan ini bukanlah untuk mencegah atau menakut-nakuti orang tua agar membatasi interaksi anaknya dengan teknelogi. “Tapi kalau hanya untuk
gayatinggalkanlah, ketimbang membeli pulsa lebih baik kan ditabung mungkin suatu saat akan sangat lebih berguna". Dalam hadis dikatakan yang artinya kurang lebih bahwa "segala yang mubajir, kalau kurang manfaatnya itu temannya setan". Untuk itu mari kita kaji diri kita sendiri, mungkin nanti hati kita akan memberikan jawabannya dan saya yakin itu adalah jawaban yang paling benar menurut kita dan menurut Allah. Bantulah mereka agar fokus dan berkonsentrasi dalam menerima pelajaran di sekolah, di kursus-kursus maupun di rumah. Sekolah Harus Keluarkan Aturan Penggunaan HP Siswa Kalau kita telusuri lebih dalam, hal ini sangat rancu, karena HP ini ternyata hanya sebagai alat untuk menaikkan gengsi dan status, selebihnya HP hanya sebagai pajangan biar orang lain lihat "nih gua juga pakai HP mahal". Mungkin juga tujuan-tujuan lain orang tua ingin memperlihatkan kekayaannya melalui anaknya yang masih SD.
Menurut saya, hal ini tidak dibiarkan begitu saja. Pihak sekolah yang mengijinkan siswanya membawa handphone ke sekolah perlu membuat beberapa peraturan tambahan, seperti tidak mengaktifkan handphone saat pelajaran berlangsung. Bahkan di beberapa sekolah, ada peraturan yang memperbolehkan guru-guru menyita handphone milik murid apabila ia menggunakan handphone-nya saat pelajaran berlangsung. Tentunya beberapa peraturan ini akan mengurangi tingkat penyalahgunaan handphone di sekolah-sekolah. Dan dengan begitu handphone akan digunakan sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi.

Mengenai seberapa pentingnya membawa handphone, hal itu tergantung dari siswa. Karena setiap siswa membawa handphone ke sekolah dengan tujuan yang berbeda.
Ada yang membawa handphone ke sekolah untuk kontak dengan orang tua, ada yang karena kesibukan sehari-harinya, ada yang hanya iseng, atau pamer, juga untuk pergaulan bahkan utuk menyontek.
Peraturan di sekolah perlu ditegakkan. Tapi akan lebih baik jika pihak sekolah melarang siswa untukmempergunakan handphone di kelas saat pelajaran berlangsung dengan diikuti pengawasan ketat dan sanksi tegas dari pihak sekolah. Jika tidak, para siswa tidak akan takut pada peraturan. Dengan demikian, peraturan yang diberlakukan hanya akan mencegah penyalahgunaan handphone, seperti menyontek. Jika siswa tidak diperbolehkan untuk membawa handphone ke sekolah, hal tersebut akan memberatkan siswa. Risiko kehilangan yang biasanya diributkan sekolah sebagai alasan untuk memberlakukan peraturan tidak diperbolehkan membawa handphone. Saya rasa tak ada jalan lain selain para siswa menjaga keutuhan barangnya masing-masing. Karena pihak sekolah tidak mungkin bertanggung jawab penuh. Dan jika dilakukan penggeledahan, hal tersebut akan mengganggu KBM. Walaupun hal itu mungkin akan dilakukan jika terjadi kasus kehilangan handphone. Oleh sebab itu, sekolah perlu membuat tata tertib yang tegas mengenai masalah pemakaian HP. Siswa boleh-boleh saja membawa HP asalkan tidak digunakan dalam jam pelajaran. Walaupun disilent agar bunyi dering HP tidak terdengar, tetap saja HP tidak boleh dipakai. Tetapi akan lebih baik lagi jika dinon-aktifkan sama sekali. Selain itu, HP para pelajar sebaiknya dikumpulkan setiap sebelum akan mengikuti ulangan atau tes. Dengan cara demikian maka kecurangan dalam ulangan lewat SMS dapat dicegah. Tapi di samping itu, sanksi bagi pelajar yang melanggar peraturan pun harus
tetap berjalan. Dengan demikian pelajar akan mulai berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran.

Efek radiasi
Selain berbagai kontroversi di seputar dampak negatif penggunaan Hp diatas, penggunaan HP jaga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya masyarakat lebih hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan atau memilih HP, khususnya bagi anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secara permanen. Sekadar mempekenalkan dan mengajarkan teknologi HP boleh-boleh saja, tapi tunda dulu di sebagai pemakai tetap. Tidak saja dari aspek kesehatan yang diyakini masih relatif rentan, tapi dari sisi lain, khususnya menyangkut keamanan juga sangat rawan terhadap tindak
kejahatan. Ingat, anak-anak merupakan salah satu target utama dari pada penjahat.

Ada beberapa langkah yang sebaiknya ditempuh agar relatif aman menggunakan HP. Langkah-langkah tersebut antara lain minimalkan pemakaian HP pada anak, kurangi, atau hindari penggunaan HP pada saat sinyal lemah karena saat itu HP akan bekerja lebih keras sehingga memperkuat radiasi. Selain itu, usahakan jangan terlalu dekat ke telinga, jika perlu gunakan handsfree dan yang tidak kalah pentingnya adalah jangan biarkan anak-anak menggunakan HP saat menyeberang jalan. Itu jauh lebih berbahaya.

Maraknya masyarakat menggunakan HP sebetulnya memberikan dampak yang positif untuk masyarakat pada umumnya karena mempermudah komunikasi. Akan tetapi, yang perlu diingat adalah bagaimana menyadarkan masyarakat bahwa dengan adanya teknologi yang semakin maju dari HP ini tidak membuat masyarakat
Indonesia mempunyai pola hidup yang konsumtif bahkan melebihi batas.

Handphone Membuat Lemot Otak

Berbagai penelitian tentang kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan karena pemakaian telepon selular terus dilakukan. Hasilnya, sejauh ini, masih pro dan kontra. Sebab, belum ada sebuah penelitian yang sangat komprehensif yang bisa mengungkapkan dampak apa saja yang bisa timbul akibat pemakaian handphone.

Salah satu penelitian terbaru tentang dampak negatif ponsel baru-baru ini dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Australia, Inggris, dan Belanda dan dipublikasikan di International Journal of Neuroscience. Dalam rilis yang dimuat di jurnal itu dikatakan bahwa penggunaan handphone bisa mempengaruhi fungsi kerja otak manusia. Salah satu dampak negatifnya adalah melemahnya daya kerja otak atau istilah anak muda sekarang yakni lemot (lemah otak).

Penelitian ini melibatkan setidaknya 300 orang yang diteliti dalam jangka waktu yang cukup panjang, yakni 2,4 tahun. Responden tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni 100 orang yang menggunakan ponsel rutin, 100 orang tidak menggunakan ponsel dan 100 orang lagi hanya kadang-kadang menggunakan ponsel. Kemudian, dalam kurun waktu tersebut, beberapa kali ke-300 responden itu diukur perbedaan aktivitas otaknya dengan metode quantitive electroencephalographic (EEG). Hal lain yang diteliti adalah fungsi neuropsikologi seperti perhatian, memori, fungsi pelaksana dan kepribadian. Hasilnya, pengguna handphone yang rutin menunjukkan aktivitas otaknya melemah. Meski begitu, menurut Brainclinics Diagnostics, salah satu pihak yang ikut dalam riset ini, dampaknya bagi kesehatan secara menyeluruh belum terungkap secara detail.

Ke depan, peneliti yang merupakan gabungan antara Brainclinics Diagnostics danRadbound University asal Belanda, Institute of Psychiatry di London serta The Brain Resource Co. Ltd. Sydney akan meningkatkan jumlah responden yang dilibatkan. Bahkan, dalam jangka panjang, mereka menargetkan akan mencari 17.000 orang untuk dilibatkan dalam penelitian lebih lanjut. Dengan begitu, penelitian ini akan lebih akurat hasilnya.

Penyalahgunaan Teknologi di Kalangan Pelajar

Kemajuan teknologi, adalah hal yang patut disyukuri. Sebab dengan sentuhan teknologi, berbagai pemenuhan kebutuhan hidup manusia menjadi lebih mudah. Pada dasarnya, teknologi membawa implikasi positif dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, kemajuan teknologi menjadi bukti perkembangan kemampuan manusia untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam mengelola alam dan potensi diri manusia itu sendiri.
Akan tetapi, jika hasil capaian teknologi kemudian disalahgunakan, maka yang muncul adalah beragam dampak buruk. Tidak hanya tujuan utama dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak tercapai, namun penyalahgunaan rekayasa teknologi itu sendiri akan membuat hidup manusia semakin sulit. Tidak terkendali. Menjadi linglung. Bahkan menjadi ambigu.
Sebagai contoh, penyalahgunaan bom atom ke dalam arena perang telah memporak-porandakan alam dan menyebabkan korban manusia dalam jumlah yang banyak. Padahal, bom atom pada awalnya diciptakan untuk membuat terowongan di bawah tanah. Atau untuk mendirikan bangunan dalam endapan bantuan.
Hal yang sama, kini sedang terjadi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi melalui handphone ternyata telah membawa kemudahan bagi manusia di belahan manapun di dunia ini untuk berkomunikasi. Hal ini sangat menolong manusia untuk memperpendek jarak tempuh. Tidak perlu bertemu secara fisik, namun di udara bisa saling bertukar informasi dan menyampaikan pesan.
Secara khusus teknologi handphone semakin membuat privasi manusia begitu terjaga. Jika dikendalikan, handphone tentu membawa dampak positif. Akan tetapi jika tidak, fasilitas dalam handphone bisa saja disalahgunakan.
Hal itulah yang kita saksikan terjadi bagi kalangan pelajar. Sebagaimana diungkapkan sejumlah media
massa banyak pelajar yang sudah menggunakan HP berikut dengan fasilitas di dalamnya untuk hal-hal yang tak wajar. Katakanlah soal penyebarluasan video dan gambar-gambar porno.
Bisa dipastikan, para pelajar (apalagi itu baru sebatas murid Sekolah Dasar) sangat tidak pantas menyaksikan adegan erotis yang ditampilkan dalam HP. Bayangan apa yang terlintas dipikiran para pelajar jika melihat hal-hal seperti ini. Sekalipun belum ada pembuktian secara akademis, bahwa maraknya peristiwa penyimpangan seksual dan pernikahan dini saat ini adalah didorong oleh penyalahgunaan teknologi seperti situs porno di HP.
Pelajar adalah harapan bangsa. Jika para pelajar sudah terjerembab dalam perilaku yang menyimpang dengan menyalahgunakan teknologi, maka generasi bangsa ini di masa depan akan hancur. Tentu kita tidak mau membiarkan kejadian ini terus berlanjut. Kita harus membebaskan para pelajar kita dari segala bentuk penyalahgunaan teknologi.
Mengatasi permasalahan ini, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, khususnya jajaran departemen pendidikan harus membuat regulasi yang mumpuni untuk bisa meminimalisasi terulangnya kembali kejadian seperti ini.
Para guru dan pihak sekolah harus dengan jeli mengawasi para siswa.
Apa yang dilakukan oleh jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan yang meminta kepala sekolah merazia siswa yang membawa handphone (HP) sangatlah bijaksana layak didukung oleh semua pihak. Ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan situs porno bagi para pelajar itu sendiri.
Namun yang tak ketinggalan perannya adalah orang tua. Orang tua harus melakukan pendidikan dan pendamping yang halostik pada diri si anak. Anak harus diarahkan. Dibina. Jangan dibiarkan sampai terombang-ambing. Mereka harus diarahkan dengan kasih sayang. Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama sebelum seorang anak terjun ke masyarakat.
Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk menolong dan mempermudah kehidupan manusia. Namun jika teknologi disalahgunakan, maka implikasi buruklah yang kita peroleh.

Asrizal Wahdan Wilsa

Memulai Blogging sejak tahun 2009 hingga sekarang. Aktif di bidang musik yang dinaungi salah satu label musik di Kota Bandung. Saat ini fokus melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Website: Sharing Media - Info Tips dan Trik Terbaru

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

  1. klo bisa, dampak positifnya di perjelas lagi di perpanjang :e: .

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dengan artikel, komentar spam dan promosi akan kami hapus, terimakasih.

Kami akan menjawab komentar anda secepat mungkin, opsi lain silakan berkomentar di halaman facebook/melalui twitter kami.

Item Reviewed: Dampak Handphone Bagi Pelajar Description: Rating: 5 Reviewed By: Asrizal Wahdan Wilsa
Scroll to Top